Wednesday, 30 July 2014
Sedikit Saja Cintaku Padamu
Sedikit saja cintaku padamu,
Takut Allah cemburu dan mengambilmu dariku
Sedikit saja cintaku padamu,
Takut kapal karam tak sempat berlabuh
Sedikit saja cintaku padamu,
Tak banyak, dan tak akan lebih dari itu
Labels:
Allah,
cemburu,
cinta,
islam,
islami,
jatuh cinta diam-diam,
maha pencemburu,
maha pencinta,
pecinta,
pencemburu,
prosa,
puisi,
sajak,
sang maha,
tuhan
Thursday, 22 May 2014
Perbedaan antara Jenius dan Kebebalan
Ada sebuah nasihat dari seseorang yang bisa dikatakan sebagai seorang manusia yang beruntung di dunia karena diberkahi kemampuan berpikir dan bernalar yang sangat baik dalam ilmu eksakta, yah . . . si Albert Einstein, nasihatnya kira-kira begini:
"Perbedaan antara Jenius dan Kebebalan adalah, bahwa Jenius memiliki batas".
Ada baiknya untuk bercermin pada nasihat ini, terutama jika kita sebagai seorang muslim yang dituntut untuk menjadi seorang pemikir yang handal. Seseorang yang memiliki fikrah yang tajam.
Labels:
Allah,
antara jenius dan bodoh,
Batas,
batasan,
bebal,
bebas,
bodoh,
HAM,
Hukum,
Hukum Islam,
islam,
jenius,
kebebasan,
kemanusiaan,
kesombongan,
mengatur,
muslim,
perbedaan antara jenius dan bebal,
sok pintar,
sombong
Saturday, 22 March 2014
Kepekaan terhadap rangsang sebagai ciri utama organisme hidup : Sebuah refleksi religius seorang mahasiswa biologi
Bayangkan jika tidak ada rasa sakit, letih dan pegal. kita tidak akan tahu sejauh mana tubuh kita dapat bekerja dengan baik, kapan kita harus istirahat, dan kita tidak tahu apakah perubahan kondisi lingkungan disekitar tempat hidup kita cocok untuk keberlangsungan hidup.
Tidak ada yang sia-sia, bahkan untuk rasa sakit yang tidak pernah seseorang pun ingin merasakan. namun, pandangan ini hanya dapat dimiliki oleh orang-orang yang berilmu dan berpikir. orang yang tidak berilmu dan tidak berpikir hanya dapat mengeluhkan rasa sakit dan pedih tanpa bisa memikirkan hikmah dibaliknya.
Manusia Dari Masa Lalu
Memang benar sekarang kita hidup dimasa kini
Tapi, kita adalah manusia yang lahir dari masa lalu
Ia akan terus melekat,
Tak akan hilang meskipun sejenak terlupa
Labels:
future,
kini,
lalu,
manusia,
manusia dari masa lalu,
masa,
masa kini,
masa lalu,
now,
past,
puisi,
puisi masa lalu,
sajak,
sajak masa lalu,
waktu
Saturday, 8 March 2014
Cintaku Padamu Begitu Sederhana
Cintaku padamu sangat sederhana
Tak perlu kertas untuk dituliskan
Dan tak perlu kata untuk dilafadzkan
Ia hanya akan terus membara dan bergelora dalam diam
Subscribe to:
Posts (Atom)







