Saturday, 11 January 2014
Memang, kaulah bunganya
Memang, kaulah bunganya
Aku hanya seorang pendaki
Tapi seorang pendaki juga pantas berharap
Berharap menemukan bunga yang indah di kaki kaldera
Labels:
bunga,
bunga di kaki kaldera,
di kaki kaldera,
gunung,
kaldera,
mendaki,
mendaki gunung.,
pendakian,
puisi
Monday, 6 January 2014
Kau bunganya, mekarlah . . .
Akankah bunga itu berkembang ?
Dikaki kaldera, ditengah musim yang tak satu angin pun dapat menerka
Kau bunganya, mekarlah . . .
Labels:
bunga,
cinta,
kau bunganya mekarlah,
kembang,
mekar,
mekarlah,
puisi,
puisi bunga,
puisi cinta,
puisi senja,
senja,
waktu
Sunday, 29 December 2013
Selamat ulang tahun
Selamat ulang tahun,
Entah sudah berapa tahun sejak kita bertemu
Tiga atau empat ?
Ah, entahlah . . . Yang kutahu sudah cukup lama
Maaf, kali ini . . . seperti biasanya
Aku hanya bisa mendo'akanmu . . .
Labels:
puisi selamat,
puisi ulang tahun,
selamat,
selamat ulang tahun
Saturday, 14 December 2013
"Cinta tak harus dikatakan dengan kata cinta".
Jadikan
cintamu sederhana, seperti angin yang tak berkata saat membelai
samudera. Seperti api yang tak sempat berucap saat melebur bara.
Jadikan ia lebih indah dengan kekagumanmu yang berteriak didalam diam,
lebih dekat dari nadi, lebih tajam dari sorot mata kekasih duniawi.
"Cinta tak harus dikatakan dengan kata cinta".
Palembang, 14 Desember 2013
Sunday, 10 November 2013
Wajah Tanpa Rupa
Hari itu aku melihat wajahnya, namun tanpa rupa
Terasa benar sesaknya ruang dan waktu
Terukir dari pupil matanya yang kian mengecil
Kemudian menutup
____________________________
Aku kembali teringat kepada kalian, para dosen tanpa nyawa. Bersama dengan kala, kalian telah mengajarkanku arti hidup dan bahwa ia akan berakhir
Subscribe to:
Posts (Atom)







