Aku ingin pergi ke pantai sekali lagi
Aku ingin berteriak sekencang dan sejadinya
Dan membiarkan angin membawa suaraku hingga keujung pulau
Aku ingin pergi ke puncak gunung sekali lagi
Berteriak sembari menikmati, mengagumi alam
Dan membiarkan angin gunung membumbungkan suaraku tinggi hingga entah
______________________________
Monday, 11 February 2013
Friday, 8 February 2013
Euphoria
Sekali lagi, aku tersadar . . .
Ini bukanlah cinta, hanya sekedar kekaguman dan euphoria sesaat
Karena aku tak kunjung bersedih melihatmu pergi
Meski tak bisa terlupa
________________________________
Euphorianya terasa sangat riuh, namun singkat
Sesingkat ombak yang menabrak bebatuan karang,
Hanya dalam tempo waktu kurang dari beberapa menit
Kemudian kembali tenang dan hanya menyisahkan butiran buih
Yang juga akan hilang entah kemana . . .
Palembang, 8 februari 2013
Menjelang shalat jum'at tiba-tiba aku teringat kamu
Labels:
euphoia sesaat,
euphoria,
kekaguman,
puisi,
puisi cinta,
sajak,
semu,
sesaat
Sunday, 3 February 2013
Semoga Kembali Terang
Tak seputih biasanya saat kupandangi dahulu
Sekarang mulai memudar, agak kelam . . .
Binar cahaya sepertinya sudah mulai lelah mengesiapkan tiap mata
Kuharap kembali terang, berbinar . . .
Mataku rindu untuk kembali terkesiap
Sekarang mulai memudar, agak kelam . . .
Binar cahaya sepertinya sudah mulai lelah mengesiapkan tiap mata
Kuharap kembali terang, berbinar . . .
Mataku rindu untuk kembali terkesiap
Sunday, 27 January 2013
Tersudut Ditepian Sunyi
Masih disudut yang sama aku menepi
Sudut sunyi yang berbatas sepi
Itulah gunanya kau kupanggil kemari
Untuk menemani, agar aku tak merasa teperangkap disini
Dalam rutinitas, kebosanan, distraksi, kepuasan dan kesemuan ini
Sudut sunyi yang berbatas sepi
Itulah gunanya kau kupanggil kemari
Untuk menemani, agar aku tak merasa teperangkap disini
Dalam rutinitas, kebosanan, distraksi, kepuasan dan kesemuan ini
Tuesday, 1 January 2013
Antara headline berita, eksistensi tuhan dan keberpikiran manusia
aku membaca sebuah berita tertanggal 31 desember 2012.
judulnya berkaitan dengan peperangan di syria dan palestina.
mereka merayakan tahun baru dengan ledakan, dengan darah yang menggenangi jalan raya. yah dengan tubuh yang hancur ataupun terbelah . . .
kemudian aku berpikir, mereka disini berpesta pora.
lalu aku mempertanyakan tentang kemanusiaan, dan ketuhanan. ternyata populasi manusia sudah semakin sedikit, yang meledak adalah populasi para robot, dan tumpukan daging berjalan. populasi manusia tak pernah melebihi kuota karena manusia memang hanya sangat sedikit jumlahnya.
dan tuhan ,tuhan juga sudah mati. mereka telah berhasil membunuh tuhan. mereka bertuhan namun tak bertuhan Allah bagi mereka hanya formalitas tahunan dikala hari raya. bersikap layaknya mereka dewa, malaikat atau apalah yang berhak mencabut nyawa semau hati dan dengan cara sekeji apapun.
judulnya berkaitan dengan peperangan di syria dan palestina.
mereka merayakan tahun baru dengan ledakan, dengan darah yang menggenangi jalan raya. yah dengan tubuh yang hancur ataupun terbelah . . .
kemudian aku berpikir, mereka disini berpesta pora.
lalu aku mempertanyakan tentang kemanusiaan, dan ketuhanan. ternyata populasi manusia sudah semakin sedikit, yang meledak adalah populasi para robot, dan tumpukan daging berjalan. populasi manusia tak pernah melebihi kuota karena manusia memang hanya sangat sedikit jumlahnya.
dan tuhan ,tuhan juga sudah mati. mereka telah berhasil membunuh tuhan. mereka bertuhan namun tak bertuhan Allah bagi mereka hanya formalitas tahunan dikala hari raya. bersikap layaknya mereka dewa, malaikat atau apalah yang berhak mencabut nyawa semau hati dan dengan cara sekeji apapun.
Subscribe to:
Posts (Atom)







