RSS Feed
Showing posts with label puisi islam. Show all posts
Showing posts with label puisi islam. Show all posts

Saturday, 18 April 2015

Pada Suatu Ketika I


Pada akhirnya kita akan tiba jua
Pada suatu ketika yang tak pernah kita terka

Ketika setiap kata
Tak mampu lagi menerka
Ketika setiap terka
Tak mampu lagi berubah jadi kata

Tuesday, 9 December 2014

Introvert II

Aku tak pernah menyalahkanmu
Tak juga ia 
Tak juga takdir
Hanya aku,
Aku saja

Aku tak pernah menyalahanmu
Ketika kau berucap:

"Aku ingin terbang ke seberang sana"

Setiap dari kita memiliki sayap
Setiap dari kita memiliki pilihan
Di belahan langit mana
Kau ingin melayang terbang
Di belahan bumi mana
Kau ingin berpijak

Saturday, 14 December 2013

"Cinta tak harus dikatakan dengan kata cinta".

Jadikan cintamu sederhana, seperti angin yang tak berkata saat membelai samudera. Seperti api yang tak sempat berucap saat melebur bara.

Jadikan ia lebih indah dengan kekagumanmu yang berteriak didalam diam, lebih dekat dari nadi, lebih tajam dari sorot mata kekasih duniawi.

"Cinta tak harus dikatakan dengan kata cinta".
Palembang, 14 Desember 2013
 

Sunday, 24 February 2013

Angin


Angin datang untuk menghimpun beberapa potongan mimpi yang terserak diberanda kamar yang kita sebut sebagai ruang hidup.

Ia menghantarkan rintik kepada hujan, hujan yang akan menyuburkan pohon imaji, menumbuhkan tunas harapan yang kelak akan berbuah tawa.

Saturday, 28 April 2012

Mozaik Syair Hidup



fermentasi dari tiap-tiap fragmentasi mozaik-mozaik syair kehidupan membusukkan tiap nurani, memabukkan cita dan rasa dengan semburat alkohol yang membentuk jelaga. hingga pada akhirnya kita hanya bisa membaca gejala dari jelaga . . .

Saturday, 3 March 2012

Berharap Akhir


Entah apa yang harus kutulis,
Setiap kemungkinan rangkaian kata seolah memaki-ku
Hingga saat kau berdiri didepan pintu Al-Manar
Aku masih keluh, bisu . . .
Berharap kan tiba datangnya Yaumul Hisab bersama fajar ke-4

-------------------------------

Monday, 26 September 2011

Sajak Rindu



Yang Dia kenal... hanya sebuah sajak lama dengan selaut arti...
Mengungkap beribu misteri dan menghinggapi sejuta tanya....
Manakala mata tersapu air deras perih....
Yang Dia tahu hanya menarik garis dibibirnya...
Bukannya menjerit menumpah sumpah serapah..
Kata katanya tertutur bagai membelai angin....
Sampaikan kata katanya wahai angin....
Keseluruh bilik sepi yang gelap...
Hingga yang ia cari merasa belaiannya...
Juga sedikit air yang tengah dikucurkan lewat sudut matanya...
Hanya untuk menanti... diam tak berkata.....
Sekali lagi... Yang Dia tahu hanya menarik garis dibibirnya...

______________________________________________________________
onna.nisa @http://kaskus.us
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=10608038

Tuesday, 5 July 2011

INFERIORITY



Aku memang belum pantas berkelana di lembah-Nya,
atau untuk sekedar mengetuk dipintu-Nya,
Aku takut keindahannya ternoda,
Oleh kotoran jiwaku,
Oleh sampah ulahku,
Untuk berjalanpun terasa berat,
kakiku dibandul oleh beban dosa yang berat.
Tapi aku akan terus mencoba meski tertatih-tatih,
Merangkak dalam harap dan cemas,
Bukan karena aku tak tahu diri,
Tapi karena kuyakin cinta-Nya tiada batas

Tuesday, 12 April 2011

Aku Tak Bisa Lagi Menyanyi


Oleh : KH. MUSTOFA BISYRI

bagiku kini tak ada lagi lirik dan musik yang menarik
untuk kunyanyikan bersamamu atau sendiri

burung-burung terlalu berisik
mendendangkan apa saja setelah mereka merdeka
membuatku tak dapat lagi mengenali suaramu atau suaraku sendiri

taman tempat kita istirah.. becek darah..
yang seharusnya tak tumpah..

jalan-jalan tempat kita mendekatkan hati
tertutup dihadang geram dan amarah

malam-malam tempat kita menyembunyikan cinta
telah dionarkan kobaran kebencian..

daging-daging yang selama ini kita manjakan pun
ikut terpanggang api dendam

udara di sekitar kita meluapkan bau terlalu anyir..
dan lalat-lalat berpesta dimana-mana..

Friday, 25 March 2011

Hanya sebuah ------------------------


Hidupku hanya garis
Yang Menghubungkan Frasa Antara Kau dan aku
Bukan koma ataupun titik
Karena terus berlanjut tanpa henti meski sejenak
Yang dalam tiap paragrafnya,
Menukilkan tentang beberapa nama . . .
Aku, Kau, juga Tuhanku . . . .

___________________________

♠ convinced that you are appointed by God for being there for me ♠

Saturday, 5 March 2011

Begitu rindu


Ketika riuh bertaluh-taluh
Rindu bertemu rindu,
Menghangatkan pagi yang redup

Ketika bayu berkeluh-kesah
tatap bertemu tatap
Menebarkan hamparan kesahajaan

Begitu rindu ingin mengucap
"Allahuakbar . . ."
Sembari menapakkan tanganku pada Al-Ardh


"Begitu rindu ingin menatap suatu kesahajaan yang mampu menghangatkan pagi redup"
Palembang, 05 Maret 2011

Friday, 25 February 2011

Sumpah-Mu



Ketika Kau bersumpah . . .
Demi matahari dan sinarnya di pagi hari
Sedikit silaunya menyeruak, merebak . . .
Hangatnya membakar tiap-tiap egotist

Ketika nyata, sumpah itu . . .
Dan bulan apabila mengiringinya
Kau tampakkan indahnya

Dan siang apabila menampakkannya
Kau terangkan kilaunya
Merah hingga lembayung

Tuesday, 25 January 2011

inginku . . .


Aku ingin hujan . . .
Aku ingin hitam
Aku ingin kelam
Aku ingin bungkam
Aku ingin diam
Aku ingin tenggelam
Aku ingin malam

Wednesday, 19 January 2011

Dalam do'amu, aku . . .


Dalam do'amu malam itu kau menjelma langit tak berbatas
Kian mencakar angin yang teratas
Seakan siap menerima, menerka . . .
Tiap-tiap suara yang seakan muncul menarik jiwa
Setiap kali kau tapakkan tanganmu pada Al-ard

Hingga saatnya cahaya terbangun
Dari tenggelam hingga pada terbitnya
kau mulai menjelma bagaikan burung . . .
Terbang mengitari tiap-tiap luka, tiap tangis
tiap ratap . . .

Monday, 13 December 2010

Kepada mata itu (untuk mata pejuang palestina)


kepada mata itu . . .
aku ingin bercerita tentang samudra
tentang luasnya, tentang indahnya . . .

Kepada mata itu . . .
...kedalamnya aku ingin menerobos waktu
menembus tiap luka, tiap nanah . . .

kepada mata itu . . .
kepadanya inginku bertanya
apakah itu . . .
mungkinkah
benarkah ini lukaku . . . ?

Tuesday, 30 November 2010

MAHARAJA


Dan dia . . .
berdiri diatas gunung tertinggi

tertancap singgasananya
singgasana raja diatas raja...
yang dapat menyentuh hatimu...
meremukkannya
kemudian melemparkannya ke-dahi-mu . . .
juga dahi-ku . . .
sebagai rakyat dibawah raja

Friday, 12 November 2010

Lagi-lagi . . .


Lagi-lagi . . .
Hujan membawa pemikiran filsafatnya
Ke dalam rintik nyanyian hidupku
Ia genangkan beberapa kata
Dan menambahkan sebaris sajak tentang aku dan Tuhanku

Sajak yang kunyanyikan
Dikala aku merindukan keanggunan
Yang lebih dari yang aku dan kau pernah bayangkan

Tuesday, 9 November 2010

Akhir Sejarah Cinta kita


Suatu saat dalam sejarah cinta kita
Kita tidur saling memunggungi
Tapi jiwa berpeluk-peluk
Senyum mendekap senyum

Suatu saat dalam sejarah cinta kita
Raga tak lagi saling membutuhkan
Hanya jiwa kita sudah lekat menyatu
Rindu mengelus rindu

Tuesday, 2 November 2010

BIARKAN CINTA BERMUARA DENGAN SENDIRINYA….




Kenapa tak pernah kau tambatkan.
perahumu di satu dermaga?
Padahal kulihat, bukan hanya satu.
pelabuhan tenang yang mau menerima.
kehadiran kapalmu!
Kalau dulu memang pernah ada.
satu pelabuhan kecil, yang kemudian.
harus kau lupakan,
mengapa tak kau cari pelabuhan lain,
yang akan memberikan rasa damai yang lebih?
Seandainya kau mau,
buka tirai di sanubarimu, dan kau akan tahu,
pelabuhan mana yang ingin kau singgahi untuk selamanya,
hingga pelabuhan itu jadi rumahmu,
rumah dan pelabuhan hatimu.

( Judul Puisi " Pelabuhan " karya Tyas Tatanka, kumpulan puisi 7 penyair serang)
Related Posts with Thumbnails