
Kian mencakar angin yang teratas
Seakan siap menerima, menerka . . .
Tiap-tiap suara yang seakan muncul menarik jiwa
Setiap kali kau tapakkan tanganmu pada Al-ard
Hingga saatnya cahaya terbangun
Dari tenggelam hingga pada terbitnya
kau mulai menjelma bagaikan burung . . .
Terbang mengitari tiap-tiap luka, tiap tangis
tiap ratap . . .
