Showing posts with label prosa. Show all posts
Showing posts with label prosa. Show all posts
Thursday, 9 July 2015
Lembar - lembar Anekdot
Secara keseluruhan hidup ini merupakan anekdot
Tahun-tahun yang kau lalui adalah Bab demi Bab-nya
Bulan-bulan yang kau lewati adalah Alineanya
Hari demi hari yang kau jejaki adalah tiap-tiap barisnya
Tiap jam yang kau pijaki adalah tiap-tiap katanya
Dan detik yang kau jalani adalah huruf-hurufnya
Wednesday, 30 July 2014
Sedikit Saja Cintaku Padamu
Sedikit saja cintaku padamu,
Takut Allah cemburu dan mengambilmu dariku
Sedikit saja cintaku padamu,
Takut kapal karam tak sempat berlabuh
Sedikit saja cintaku padamu,
Tak banyak, dan tak akan lebih dari itu
Labels:
Allah,
cemburu,
cinta,
islam,
islami,
jatuh cinta diam-diam,
maha pencemburu,
maha pencinta,
pecinta,
pencemburu,
prosa,
puisi,
sajak,
sang maha,
tuhan
Friday, 1 June 2012
Satu pena sudah bekarat, lagi . . .

satu mata pena sudah berkarat kawan, sudah menolak untuk kembali terisi . . .
sedang kita masih coba merobek sebuah kertas dengan seujung pensil dan mata pena bertinta merah. melukis kisah kisah dari pujangga hingga durjana . . .
sampai suatu saat nanti saat dimana matahari tak mungkin lagi mengebiri pagi untuk mengkhianati . . .
Labels:
berbagi sajak,
prosa,
puisi,
sajak,
sajak pendek,
sajak puisi
Saturday, 28 April 2012
Mozaik Syair Hidup

fermentasi dari tiap-tiap fragmentasi mozaik-mozaik syair kehidupan membusukkan tiap nurani, memabukkan cita dan rasa dengan semburat alkohol yang membentuk jelaga. hingga pada akhirnya kita hanya bisa membaca gejala dari jelaga . . .
Wednesday, 18 January 2012
sajak kebosanan

tidak berarti, meski tak bisa dibeli
namun, tetap saja . . .
tak mampu untuk memaknai
Apalagi untuk memberi arti pada sebuah definisi
Labels:
berbagi sajak puisi,
kebosanan,
prosa,
puisi,
sajak,
sajak pendek
Sunday, 30 October 2011
Go With The Wind

Apapun yang tersisa untuk seorang berandal,
itulah yang akan menjadi miliknya...
~Just Go With The Wind~
Alvin Kautsar
Labels:
just go with the wind,
prosa,
sajak,
sajak pendek
Saturday, 8 October 2011
Kesedihan Kosong

Resah beserta keluh kesahnya menutup lelah,
Rerangkaian angkara menjadi tabir pada air mukanya
Hingga tiba fajar pada terbitnya,
Ia kembali mencoba untuk mengeja sebuah nama
__________________________________
Palembang, September 2011
sedang menyadari bahwa ada sesuatu yang hilang
tapi entah apa . . . ?
Labels:
prosa,
puisi,
sajak,
sajak cinta,
sajak pendek
Monday, 26 September 2011
Sajak Rindu

Yang Dia kenal... hanya sebuah sajak lama dengan selaut arti...
Mengungkap beribu misteri dan menghinggapi sejuta tanya....
Manakala mata tersapu air deras perih....
Yang Dia tahu hanya menarik garis dibibirnya...
Bukannya menjerit menumpah sumpah serapah..
Kata katanya tertutur bagai membelai angin....
Sampaikan kata katanya wahai angin....
Keseluruh bilik sepi yang gelap...
Hingga yang ia cari merasa belaiannya...
Juga sedikit air yang tengah dikucurkan lewat sudut matanya...
Hanya untuk menanti... diam tak berkata.....
Sekali lagi... Yang Dia tahu hanya menarik garis dibibirnya...
______________________________________________________________
onna.nisa @http://kaskus.us
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=10608038
Tak Sempat
Thursday, 7 July 2011
Antara waktu dan kesia-siaan
Wednesday, 30 March 2011
Kesatria kuda . . .
Wednesday, 16 March 2011
Menginginkan Gelap

Juga bukan tentang aku ataupun mereka
Hanya saja, Sepertinya aku merasa bahwa
Setiap hitam terkumpul padaku.
Mengelam . . .
Memekat pada satu titik di hatiku
Membuatku semakin memenginginkan kegelapan . . .
Membuatku semakin yakin
Bahwa aku adalah angin yang berhembus di kala sepi
ΦBerusaha untuk yakin bahwa aku tak sedang tersenyum untukmuΦ
Saturday, 28 August 2010
Bila Al-qur'an berbicara
Waktu engkau masih kanak-kanak………
kau laksana kawan sejatiku
Dengan wudu’, Aku kau sentuh
dalam keadaan suci, Aku kau pegang
Aku,kau junjung dan kau pelajari
Aku engkau baca dengan suara lirih atau pun keras setiap hari
Setelah selesai engkau menciumku mesra
Sekarang engkau telah dewasa…………..
Nampaknya kau sudah tak berminat lagi padaku…
Apakah Aku bahan bacaan usang yang tinggal sejarah…?
Menurutmu, mungkin aku bahan bacaan yang tidak menambah pengetahuanmu
kau laksana kawan sejatiku
Dengan wudu’, Aku kau sentuh
dalam keadaan suci, Aku kau pegang
Aku,kau junjung dan kau pelajari
Aku engkau baca dengan suara lirih atau pun keras setiap hari
Setelah selesai engkau menciumku mesra
Sekarang engkau telah dewasa…………..
Nampaknya kau sudah tak berminat lagi padaku…
Apakah Aku bahan bacaan usang yang tinggal sejarah…?
Menurutmu, mungkin aku bahan bacaan yang tidak menambah pengetahuanmu
Friday, 20 August 2010
Pilar Langit
Tuesday, 20 July 2010
battle philosophy . . . !
Monday, 19 July 2010
Kesekian Kalinya Aku …

Kesekian kalinya kucoba menulis. tentang nukilan hati yang berasa sangat teriris. Tentang perasaan hati yang bertabur emosi. Tentang pemikiranku yang mungkin sesaat lagi akan mati.
Kesekian kalinya kucoba menulis. Tentang realita yang bagiku terlalu nyata. Tentang realita yang begitu menggugah rasa. Tentang realita yang menyilaukan dan menyakitkan mata. Tentang kenyatan yang mungkin takkan dapat lagi kurasa.
Thursday, 15 July 2010
Maaf, aku bukan superhero . . .
Sunday, 11 July 2010
SEPENGGAL WAKTU TERSISA
Tertunduk sedih ia. Hanya terdiam renungkan semuanya. Sedih dijiwanya begitu terasa ketika tiba-tiba jiwanya menyadari bahwa jiwanya bukanlah berada pada jasad yang tepat tuk mengungkapkan atau menunjukkan tentang apa yang dirasa oleh jiwanya. Lingkungan dunia dimana ia tinggal, telah disadarinya, sama sekali tak bersahabat pada apa yang namanya ‘cinta’ jika itu harus diungkapkan oleh jiwa-jiwa yang berjasadkan hawa.
Subscribe to:
Posts (Atom)





.jpg)
.jpg)
.jpg)
