Showing posts with label cinta. Show all posts
Showing posts with label cinta. Show all posts
Friday, 20 May 2016
Cinta adalah benci dan benci adalah rasa yang terlahir dari cinta
Bagiku, cinta manusia adalah pisau bermata ganda, masalah antar manusia justru seringkali timbul karena rasa cinta antar sesamanya. kecintaan yang begitu besar seringkali justru menimbulkan masalah bagi yang dicinta, begitu pula rasa benci yang seringkali timbul akibat dari rasa cinta. rasa terhadap satu manusia dapat menimbulkan rasa benci terhadap manusia yang lain
Saturday, 18 April 2015
Pada Suatu Ketika I
Pada suatu ketika yang tak pernah kita terka
Ketika setiap kata
Tak mampu lagi menerka
Ketika setiap terka
Tak mampu lagi berubah jadi kata
Labels:
akhir waktu,
cinta,
diakhir waktu,
end of time,
hari akhir,
islam,
kiamat,
menerka,
pada akhirnya,
pada suatu ketika,
penghakiman,
prologue,
puisi,
puisi islam,
sajak,
suatu ketika,
terka,
waktu
Monday, 29 September 2014
Tiga orang lelaki dan satu wanita
"Hal yang terindah bagiku adalah meneruskan cita-cita orang yang kucintai"
Kutemukan diriku dalam derit katanya
Ada empat orang yang kucinta
Tiga orang lelaki dan satu wanita
Ada empat orang yang kucinta
Tiga orang lelaki dan satu wanita
Untuk wanita itu akan kuberi cintaku untuknya
Dan akan kucari satu cinta untukku
Agar setiap dari kita memiliki satu
Dan akan kucari satu cinta untukku
Agar setiap dari kita memiliki satu
Labels:
cinta,
iseng,
lelaki,
puisi,
s eorang,
sajak,
satu wanita,
tiga,
tiga orang,
tiga orang lelaki dan satu wanita,
untuk seorang wanita,
wanita
Monday, 4 August 2014
Mungkin, Seperti Itulah Maksudnya
Dalam Filsafat Yunani dikenal empat buah kata untuk menerjemahkan kata “Cinta”, yaitu “Eros”, “Philia”, “Storge”, dan “Agape”.
“Eros” adalah cinta romantis yang juga menyiratkan keinginan untuk memiliki dan dimiliki.
“Philia” adalah cinta yang bukan berada dalam konteks romantis, melainkan cenderung kepada persahabatan. Tidak ada keinginan untuk saling memiliki, melainkan sudah tahu sama tahu bahwa saling bisa mengandalkan.
“Storge” merujuk kepada sebuah kasih sayang yang alami datang akibat hubungan darah.
Sedangkan “Agape” adalah cinta yang bersifat lebih rohaniah dan sederhana. Altruistik. Tidak mengharapkan apapun untuk dirinya sendiri. Hanya ingin memberi.
“Ambillah. Semuanya untukmu” sesederhana itu.
Mungkin seperti itulah yang dimaksud oleh Sapardi Djoko Damono dalam puisi yang digubahnya pada tahun 1989 berjudul "Aku Ingin". Kayu hanya diam saja saat dilalap api sehingga kayu itupun habis dan hangus. Demikian pula awan, saat hujan turun dan sedikit demi sedikit mengikisnya menjadi habis.
“Eros” adalah cinta romantis yang juga menyiratkan keinginan untuk memiliki dan dimiliki.
“Philia” adalah cinta yang bukan berada dalam konteks romantis, melainkan cenderung kepada persahabatan. Tidak ada keinginan untuk saling memiliki, melainkan sudah tahu sama tahu bahwa saling bisa mengandalkan.
“Storge” merujuk kepada sebuah kasih sayang yang alami datang akibat hubungan darah.
Sedangkan “Agape” adalah cinta yang bersifat lebih rohaniah dan sederhana. Altruistik. Tidak mengharapkan apapun untuk dirinya sendiri. Hanya ingin memberi.
“Ambillah. Semuanya untukmu” sesederhana itu.
Mungkin seperti itulah yang dimaksud oleh Sapardi Djoko Damono dalam puisi yang digubahnya pada tahun 1989 berjudul "Aku Ingin". Kayu hanya diam saja saat dilalap api sehingga kayu itupun habis dan hangus. Demikian pula awan, saat hujan turun dan sedikit demi sedikit mengikisnya menjadi habis.
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada
Kata cinta seperti apa yang tak sempat disampaikan oleh kayu dan awan itu ya ?
Wednesday, 30 July 2014
Sedikit Saja Cintaku Padamu
Sedikit saja cintaku padamu,
Takut Allah cemburu dan mengambilmu dariku
Sedikit saja cintaku padamu,
Takut kapal karam tak sempat berlabuh
Sedikit saja cintaku padamu,
Tak banyak, dan tak akan lebih dari itu
Labels:
Allah,
cemburu,
cinta,
islam,
islami,
jatuh cinta diam-diam,
maha pencemburu,
maha pencinta,
pecinta,
pencemburu,
prosa,
puisi,
sajak,
sang maha,
tuhan
Saturday, 8 March 2014
Cintaku Padamu Begitu Sederhana
Cintaku padamu sangat sederhana
Tak perlu kertas untuk dituliskan
Dan tak perlu kata untuk dilafadzkan
Ia hanya akan terus membara dan bergelora dalam diam
Monday, 6 January 2014
Kau bunganya, mekarlah . . .
Akankah bunga itu berkembang ?
Dikaki kaldera, ditengah musim yang tak satu angin pun dapat menerka
Kau bunganya, mekarlah . . .
Labels:
bunga,
cinta,
kau bunganya mekarlah,
kembang,
mekar,
mekarlah,
puisi,
puisi bunga,
puisi cinta,
puisi senja,
senja,
waktu
Saturday, 14 December 2013
"Cinta tak harus dikatakan dengan kata cinta".
Jadikan
cintamu sederhana, seperti angin yang tak berkata saat membelai
samudera. Seperti api yang tak sempat berucap saat melebur bara.
Jadikan ia lebih indah dengan kekagumanmu yang berteriak didalam diam,
lebih dekat dari nadi, lebih tajam dari sorot mata kekasih duniawi.
"Cinta tak harus dikatakan dengan kata cinta".
Palembang, 14 Desember 2013
Subscribe to:
Posts (Atom)








