Manusia, terkadang mencoba menjadi tuhan atas sekotak angkasa. Menghukumi segala atas ketidaktahuannya. Atas kesombongannya, atas
kebodohannya. Alangkah mulianya manusia, karena tak ada makhluk lain
yang mampu dan sanggup menganggap dirinya sendiri sebagai Tuhan kecuali
manusia.
Muliakah kita ?
Wednesday, 9 September 2015
Muliakah Kita ?
Labels:
humanity,
kemanusiaan,
kemuliaan,
manusia,
manusia bodoh,
puisi,
sajak,
satir,
serakah
Thursday, 9 July 2015
Lembar - lembar Anekdot
Secara keseluruhan hidup ini merupakan anekdot
Tahun-tahun yang kau lalui adalah Bab demi Bab-nya
Bulan-bulan yang kau lewati adalah Alineanya
Hari demi hari yang kau jejaki adalah tiap-tiap barisnya
Tiap jam yang kau pijaki adalah tiap-tiap katanya
Dan detik yang kau jalani adalah huruf-hurufnya
Monday, 22 June 2015
Semesta Yang Lain I
Mereka bilang hanya ada satu semesta didunia ini, satu ruang dan satu angkasa. Tapi tidak bagiku aku memiliki semesta lain dikepalaku, ruang tersendiri dengan angkasa yang tak satupun orang lain pernah arungi kecuali aku. Satu matahari yang beda dengan matahari yang kau lihat diatas sana, juga dengan ribuan benda langit yang mengorbit dan beredar didalamnya.
Thursday, 23 April 2015
Pada Suatu Ketika II - Saat Pandangku Membentur Matamu
Suatu saat yang tak pernah kuterka
Saat pandangku mulai tertuju dan membentur matamu
Saat matamu memalingkan pandangku
Pada Tuhanku
Labels:
akhir,
bertanya,
bosan,
ibadah,
islam,
ketika,
mata,
memandang,
pada suatu ketika,
pandangan,
pasangan,
puisi,
rindu,
sajak,
sajak cinta,
sajak islam,
saling pandang,
tak tahu,
tanya
Saturday, 18 April 2015
Pada Suatu Ketika I
Pada suatu ketika yang tak pernah kita terka
Ketika setiap kata
Tak mampu lagi menerka
Ketika setiap terka
Tak mampu lagi berubah jadi kata
Labels:
akhir waktu,
cinta,
diakhir waktu,
end of time,
hari akhir,
islam,
kiamat,
menerka,
pada akhirnya,
pada suatu ketika,
penghakiman,
prologue,
puisi,
puisi islam,
sajak,
suatu ketika,
terka,
waktu
Subscribe to:
Posts (Atom)




