Mereka bilang hanya ada satu semesta didunia ini, satu ruang dan satu angkasa. Tapi tidak bagiku aku memiliki semesta lain dikepalaku, ruang tersendiri dengan angkasa yang tak satupun orang lain pernah arungi kecuali aku. Satu matahari yang beda dengan matahari yang kau lihat diatas sana, juga dengan ribuan benda langit yang mengorbit dan beredar didalamnya.
Showing posts with label keberpikiran manusia. Show all posts
Showing posts with label keberpikiran manusia. Show all posts
Monday, 22 June 2015
Semesta Yang Lain I
Mereka bilang hanya ada satu semesta didunia ini, satu ruang dan satu angkasa. Tapi tidak bagiku aku memiliki semesta lain dikepalaku, ruang tersendiri dengan angkasa yang tak satupun orang lain pernah arungi kecuali aku. Satu matahari yang beda dengan matahari yang kau lihat diatas sana, juga dengan ribuan benda langit yang mengorbit dan beredar didalamnya.
Tuesday, 1 January 2013
Antara headline berita, eksistensi tuhan dan keberpikiran manusia
aku membaca sebuah berita tertanggal 31 desember 2012.
judulnya berkaitan dengan peperangan di syria dan palestina.
mereka merayakan tahun baru dengan ledakan, dengan darah yang menggenangi jalan raya. yah dengan tubuh yang hancur ataupun terbelah . . .
kemudian aku berpikir, mereka disini berpesta pora.
lalu aku mempertanyakan tentang kemanusiaan, dan ketuhanan. ternyata populasi manusia sudah semakin sedikit, yang meledak adalah populasi para robot, dan tumpukan daging berjalan. populasi manusia tak pernah melebihi kuota karena manusia memang hanya sangat sedikit jumlahnya.
dan tuhan ,tuhan juga sudah mati. mereka telah berhasil membunuh tuhan. mereka bertuhan namun tak bertuhan Allah bagi mereka hanya formalitas tahunan dikala hari raya. bersikap layaknya mereka dewa, malaikat atau apalah yang berhak mencabut nyawa semau hati dan dengan cara sekeji apapun.
judulnya berkaitan dengan peperangan di syria dan palestina.
mereka merayakan tahun baru dengan ledakan, dengan darah yang menggenangi jalan raya. yah dengan tubuh yang hancur ataupun terbelah . . .
kemudian aku berpikir, mereka disini berpesta pora.
lalu aku mempertanyakan tentang kemanusiaan, dan ketuhanan. ternyata populasi manusia sudah semakin sedikit, yang meledak adalah populasi para robot, dan tumpukan daging berjalan. populasi manusia tak pernah melebihi kuota karena manusia memang hanya sangat sedikit jumlahnya.
dan tuhan ,tuhan juga sudah mati. mereka telah berhasil membunuh tuhan. mereka bertuhan namun tak bertuhan Allah bagi mereka hanya formalitas tahunan dikala hari raya. bersikap layaknya mereka dewa, malaikat atau apalah yang berhak mencabut nyawa semau hati dan dengan cara sekeji apapun.
Subscribe to:
Posts (Atom)


