Saturday, 22 March 2014
Kepekaan terhadap rangsang sebagai ciri utama organisme hidup : Sebuah refleksi religius seorang mahasiswa biologi
Bayangkan jika tidak ada rasa sakit, letih dan pegal. kita tidak akan tahu sejauh mana tubuh kita dapat bekerja dengan baik, kapan kita harus istirahat, dan kita tidak tahu apakah perubahan kondisi lingkungan disekitar tempat hidup kita cocok untuk keberlangsungan hidup.
Tidak ada yang sia-sia, bahkan untuk rasa sakit yang tidak pernah seseorang pun ingin merasakan. namun, pandangan ini hanya dapat dimiliki oleh orang-orang yang berilmu dan berpikir. orang yang tidak berilmu dan tidak berpikir hanya dapat mengeluhkan rasa sakit dan pedih tanpa bisa memikirkan hikmah dibaliknya.
Manusia Dari Masa Lalu
Memang benar sekarang kita hidup dimasa kini
Tapi, kita adalah manusia yang lahir dari masa lalu
Ia akan terus melekat,
Tak akan hilang meskipun sejenak terlupa
Labels:
future,
kini,
lalu,
manusia,
manusia dari masa lalu,
masa,
masa kini,
masa lalu,
now,
past,
puisi,
puisi masa lalu,
sajak,
sajak masa lalu,
waktu
Saturday, 8 March 2014
Cintaku Padamu Begitu Sederhana
Cintaku padamu sangat sederhana
Tak perlu kertas untuk dituliskan
Dan tak perlu kata untuk dilafadzkan
Ia hanya akan terus membara dan bergelora dalam diam
Saturday, 11 January 2014
Memang, kaulah bunganya
Memang, kaulah bunganya
Aku hanya seorang pendaki
Tapi seorang pendaki juga pantas berharap
Berharap menemukan bunga yang indah di kaki kaldera
Labels:
bunga,
bunga di kaki kaldera,
di kaki kaldera,
gunung,
kaldera,
mendaki,
mendaki gunung.,
pendakian,
puisi
Monday, 6 January 2014
Kau bunganya, mekarlah . . .
Akankah bunga itu berkembang ?
Dikaki kaldera, ditengah musim yang tak satu angin pun dapat menerka
Kau bunganya, mekarlah . . .
Labels:
bunga,
cinta,
kau bunganya mekarlah,
kembang,
mekar,
mekarlah,
puisi,
puisi bunga,
puisi cinta,
puisi senja,
senja,
waktu
Subscribe to:
Posts (Atom)





